CTL dan Karya Siswa

13 May 2011

CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN KARYA SISWA
Hasil karya siswa
Kalau anda sorang pendidik (Baca:Guru) apalagi Guru SD/MI pasti sudah akrab dengan pembuatan Karya dari siswa yang biasa dipajang didalam kelas, biasanya berupa Tulisan Kaligrafi, Topeng, bentuk bentuk bangun Ruang, kincir angin, atau alat peraga pembelajaran lainya.
Biasanya siswa diminta membuat karya tersebut karena ada keterkaitan materi pelajaran yang sedang dipelajari.
Sejatinya pembuatan karya tersebut oleh siswa merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat menyenangkan.apa sebabnya ? salah satu alasanya, karena biasanya siswa akan lebih paham dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari lewat pembuatan karya yang sesuai, sehingga siswa dapat melihat bahkan membuat sendiri pemahaman materi ajar, guru tidak lagi berhadapan dengan bagaimana cara menyampaikan wujud asli dari materi yang sedang diajarkan dengan menggabarkanya dalam angan angan siswa dan siswa juga tidak lagi berhadapan dengan menghayal apa yang digambarkan guru dalam angan -angan.
Kalau demikian yang terjadi maka metode membuat karya sangat besar manfaatnya dalam proses belajar - mengajar, baik bagi Guru lebih lebih bagi siswa.pict0001Akan tetapi, ironisnya para guru dalam meminta anak didiknya untuk membuat karya, bukan bertujuan memberi pengalaman belajar secara kotekstual pada siswa, tetapi biasanya hanya sekedar mengikuti perintah Buku pelajaran yang ia pegang.bukan dari inisiatif sendiri dengan berpegang pada Standar Kompetensi Dan Kompetensi dasar yang ada, akibatnya, karya yang dibuat siswapun kurang bermakna dan terkadang sang gurupun kurang sempurna (Baca:kurang paham) dalam menerangkannya, karena memang guru tersebut berstatus sebagai peng Copy-Paste apa yang ada dibuku pegangannya.
Alangkah bagusnya, jika seorang guru dalam meminta kepada siswa untuk membuat karya, mempertimbangkan hal hal berikut :
Pertama, tujuan dari karya siswa tersebut dibuat agar pelaksanaan pembelajaran lebih berkesan dan bermakna dalam diri siswa, karena siswa sendirilah yang bekerjapict0005Kedua, pembuatan karya dibuat sedemikian rupa agar siswa bisa belajar menemukan sesuatu (inquiry) dengan harapan kompetensi yang harus dicapai dapat terlaksana.
Ketiga, karya yang akan dibuat diusahakan menimbulkan banyak pertanyaan dari siswa tentang karyannya sehingga rasa keingintahuan siswa menjadi besar yang pada akhirnya menjadi peluang bagi guru untuk mengadakan diskusi lebih lanjut.img0679a
Keempat, pembuatan karya sebaiknya dilakukan dengan berkelompok, bukan sendiri sendiri.karena suasana masyarakat belajar akan tercipta dengan sendirinya dan mereka akan saling menyempurnakan.pict00011Kelima, sebagai seorang pemandu, guru harus menampilkan contoh karya yang akan dibuat, ini bisa diambil dari karya guru itu sendiri maupun dari hasil karya siswa sebelumnya, ini dilakukan agar siswa mempunyai gambaran yang jelas tentang apa yang akan dibuat.
img0681a
Keenam, di akhir pembuatan karya siswa, guru merefleksi semua pembelajaran yang telah terjadi, ini dimaksudkan agar siswa merasa mereka telah belajar sesuatu
Ketujuh, seorang guru seyogyannya memberi penilaian tentang apa yang telah dihasilkan siswa dan memanjangnya didalam kelas sebagai apresiasi terhadap mereka, sehingga mereka akan merasa karyannya dihargai oleh orang lain.pict00051Demikianlah hal hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan karya, sehingga guru bukan sekedar ikut ikutan pada buku pelajaran atau yang lebih tragisnya lagi agar karya siswanya dapat digunakan sebagai karya yang diambil alih hak ciptanya oleh guru untuk dicantumkan dalam fortopolio persyaratan sertifikasinya akan tetapi bertujuan agar proses belajar mengajar lebih berkesan dan bermakna.
Semoga bermanfaat.amin


TAGS kontekstual karya siswa


-

Author

Follow Me